Hangul Sepanjang Abad
Ikuti perjalanan Hangul dari 1446 hingga 1945: buku-buku awal, berabad-abad sebagai 'eonmun', surat kabar Hangul pertama, Ju Si-gyeong, dan Perhimpunan Bahasa Korea.
Yang akan dipelajari dalam pelajaran ini
- Gambarkan bagaimana Hangul dipakai dan dipandang pada masa Joseon
- Jelaskan bagaimana Hangul menjadi sistem tulisan utama Korea pada zaman modern
- Ketahui siapa Ju Si-gyeong dan dari mana nama 한글 berasal
- Pelajari kata-kata seperti 언문, 편지, 신문, 사전, dan 한글학회
Hari ini kita menempuh perjalanan panjang, temanku, sekitar lima ratus tahun. Hangul lahir pada 1446, tetapi tidak langsung menjadi tulisan utama Korea. Jalannya panjang, dan kadang sulit. Biar kuceritakan.
Buku-buku pertama dengan huruf baru
Segera setelah huruf-huruf itu dibuat, Raja Sejong dan istananya mulai mengujinya dalam buku-buku nyata. Salah satu yang paling awal adalah 용비어천가, lagu panjang yang memuji para pendiri kerajaan Joseon. Yang lain adalah 석보상절, yang menceritakan kehidupan Buddha dalam bahasa Korea. Buku-buku ini selesai pada akhir tahun 1440-an.
Istana kerajaan juga memakai huruf-huruf baru untuk menerjemahkan buku penting, seperti kitab Buddha dan Konfusian, ke dalam bahasa Korea. Buku terjemahan semacam ini disebut buku 언해. Dengan cara ini, gagasan yang dahulu terkunci di dalam 한문 perlahan menjadi dapat dibaca lebih banyak orang.
Kata-kata untuk pelajaran ini
- 언문 eonmun nama lama untuk Hangul, berarti 'tulisan awam'
- 편지 pyeonji surat (yang kamu kirim kepada seseorang)
- 소설 soseol novel, cerita
- 신문 sinmun surat kabar
- 사전 sajeon kamus
- 맞춤법 [맞춤뻡] matchumbeop aturan ejaan
- 띄어쓰기 [띠어쓰기] ttuieosseugi spasi antarkata
'Tulisan awam'
Sepanjang sebagian besar masa Joseon, tulisan resmi pemerintah dan para cendekiawan masih 한문. Banyak anggota kelas atas memandang Hangul sebagai sesuatu yang sederhana dan kurang serius. Mereka sering menyebutnya 언문, yang kira-kira berarti 'tulisan awam' atau 'tulisan untuk percakapan sehari-hari'. Kadang mereka bahkan memakai julukan yang kurang hormat.
Tetapi Hangul tidak lenyap. Ia menyebar diam-diam ke dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan dari semua kalangan memakainya untuk menulis 편지, surat, kepada keluarga mereka. Banyak surat yang ditulis para ratu dan perempuan bangsawan dalam Hangul masih bertahan sampai sekarang. Beberapa raja juga menulis surat Hangul untuk putri atau anggota keluarga lainnya. Rakyat biasa memakainya untuk catatan, lagu, dan pembukuan rumah tangga.
Bayangkan seorang ibu yang jauh dari putranya, menulis kepadanya dalam Hangul karena itulah tulisan yang ia kenal. Surat-surat tua itu penuh cinta dan kekhawatiran. Hangul membawa hati orang-orang yang tak pernah dijangkau 한문.
Iklan
Masa kelam
Tidak setiap raja ramah kepada Hangul. Pada 1504, Raja Yeonsangun (연산군), penguasa yang dikenang karena kekejamannya, marah ketika poster-poster yang ditulis dalam Hangul mengkritiknya. Ia memerintahkan agar orang tidak mengajarkan atau mempelajari Hangul, dan ia menyuruh buku-buku Hangul dikumpulkan lalu dibakar.
Ini masa yang sulit, tetapi larangan itu tidak bertahan lama. Hangul sudah terlalu jauh menyebar ke dalam kehidupan rakyat biasa. Setelah masa pemerintahannya berakhir, huruf-huruf itu terus dipakai.
Kisah untuk semua orang
Pada abad-abad akhir Joseon, makin banyak cerita, atau 소설, ditulis dan dibaca dalam Hangul. Kisah terkenal seperti cerita Chunhyang (춘향전) beredar dalam versi Hangul. Orang membacakannya dengan lantang, menyalinnya dengan tangan, dan membagikannya. Para pencerita membawakannya di pasar.
Ini perubahan penting. Membaca tidak lagi hanya untuk para cendekiawan. Membaca menjadi kesenangan yang dapat dinikmati banyak rakyat biasa.
Zaman baru
Pada akhir abad ke-19, Korea menghadapi perubahan besar. Dunia terbuka, dan banyak orang Korea merasa bangsa itu memerlukan pendidikan untuk semua. Pada 1894, pada masa reformasi, sebuah perintah kerajaan menyatakan bahwa dokumen resmi harus berbasis 국문, 'tulisan nasional', yaitu Hangul. Aksara Tionghoa boleh ditambahkan atau dicampur, tetapi untuk pertama kalinya, Hangul diberi tempat utama secara resmi.
Dua tahun kemudian, pada 1896, 독립신문 (The Independent) terbit. Itu surat kabar yang ditulis dalam Hangul agar siapa pun dapat membacanya. Surat kabar ini juga memberi spasi antarkata, yang disebut 띄어쓰기, sehingga membaca jauh lebih mudah. Sekarang, spasi antarkata adalah bagian normal tulisan Korea.
Ju Si-gyeong dan nama 한글
Salah satu tokoh terpenting dalam kisah ini adalah Ju Si-gyeong (주시경). Ia seorang cendekiawan dan guru yang mempelajari tata bahasa Korea secara mendalam dan mengajarkannya kepada banyak murid muda. Ia percaya bahwa bahasa dan tulisan sebuah bangsa adalah jantung rakyatnya.
Pada awal tahun 1910-an, nama 한글 mulai dipakai, dan Ju Si-gyeong berperan sentral dalam menyebarkannya. Kebanyakan orang menjelaskan nama itu sebagai 'tulisan agung' atau 'tulisan bangsa Korea'. Sebelumnya, nama seperti 언문 dan 국문 lebih umum. Nama baru itu membawa rasa hormat dan kebanggaan.
Ju Si-gyeong wafat muda, pada 1914, tetapi murid-muridnya melanjutkan pekerjaannya.
Melindungi bahasa di bawah penjajahan
Dari 1910 hingga 1945, Korea berada di bawah penjajahan Jepang. Selama masa ini, pemakaian bahasa Korea makin dibatasi, terutama pada tahun-tahun akhir.
Para cendekiawan pengikut Ju Si-gyeong membentuk kelompok yang kemudian menjadi Perhimpunan Bahasa Korea. Pada 1926, mereka mengadakan perayaan pertama sebuah hari untuk Hangul, yang segera dinamai ulang 한글날. Pada 1933, mereka menerbitkan seperangkat aturan ejaan terpadu, atau 맞춤법. Aturan ini menjadi fondasi ejaan Korea yang kita pakai sekarang. Mereka juga mulai mengumpulkan kata untuk 사전, kamus besar bahasa Korea.
Pada 1942, banyak anggota perhimpunan itu ditangkap oleh penguasa kolonial, dan beberapa meninggal di penjara. Orang Korea mengingatnya sebagai pengorbanan menyakitkan demi melindungi bahasa mereka.
Pembebasan dan kamus besar
Pada 1945, Korea dibebaskan. Naskah kamus itu telah dibawa pergi saat penangkapan, dan banyak orang takut naskah itu hilang. Lalu, setelah pembebasan, naskah itu ditemukan di sebuah gudang di Stasiun Seoul. Para cendekiawan kembali bekerja, dan kamus besar itu akhirnya selesai pada tahun 1950-an.
Setelah pembebasan, Hangul menjadi tulisan sekolah, surat kabar, dan pemerintahan. Selama beberapa dekade berikutnya, tulisan Korea juga berubah dari baris vertikal yang dibaca dari kanan ke kiri, menjadi baris horizontal yang dibaca dari kiri ke kanan, seperti yang kamu lihat sekarang. Perhimpunan Bahasa Korea masih ada hingga kini dengan nama 한글학회.
Lima ratus tahun sekilas
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1446 | Hunminjeongeum diumumkan kepada publik. |
| 1440-an | Buku-buku awal seperti 용비어천가 dan 석보상절 ditulis dengan huruf baru. |
| 1504 | Raja Yeonsangun untuk sementara melarang pengajaran dan pembelajaran Hangul. |
| 1894 | Sebuah perintah kerajaan menjadikan Hangul dasar dokumen resmi. |
| 1896 | The Independent (독립신문) terbit dalam Hangul dengan spasi antarkata. |
| awal 1910-an | Nama 한글 mulai dipakai, disebarkan oleh Ju Si-gyeong. |
| 1933 | Aturan ejaan Korea terpadu diterbitkan. |
| 1942 | Anggota Perhimpunan Bahasa Korea ditangkap. |
| 1945 | Pembebasan; Hangul menjadi tulisan utama bangsa. |
Kalimat tentang sejarah Hangul
- 옛날에는 한글을 언문이라고 불렀어요. [옌나레는 한그를 언무니라고 불러써요] yennareneun hangeureul eonmunirago bulleosseoyo. Pada zaman dahulu, Hangul disebut 'eonmun'.
- 어머니가 한글로 편지를 썼어요. [어머니가 한글로 편지를 써써요] eomeoniga hangeullo pyeonjireul sseosseoyo. Sang ibu menulis surat dalam Hangul.
- 독립신문은 한글로 쓴 신문이에요. [동닙씬무는 한글로 쓴 신무니에요] dongnipsinmuneun hangeullo sseun sinmunieyo. The Independent adalah surat kabar yang ditulis dalam Hangul.
- 주시경은 한글을 사랑한 학자예요. [주시경은 한그를 사랑한 학짜예요] jusigyeongeun hangeureul saranghan hakjayeyo. Ju Si-gyeong adalah cendekiawan yang mencintai Hangul.
Ketika kamu menulis satu kata Korea saja, kamu sedang memegang sesuatu yang dijaga dengan kerja keras banyak orang, bahkan dengan penderitaan. Berbanggalah pada setiap huruf yang kamu pelajari.
Kuis pemeriksaan
Q1. Apa yang disebut banyak cendekiawan masa Joseon untuk Hangul?
Q2. Siapa yang secara luas memakai Hangul untuk menulis surat pada masa Joseon?
Q3. Raja mana yang melarang pengajaran dan pembelajaran Hangul pada 1504?
Q4. Apa keistimewaan surat kabar 독립신문 (1896)?
Q5. Siapa yang berperan sentral dalam menyebarkan nama 한글?
Q6. Apa arti 맞춤법?
맞춤법 matchumbeop
Perjalanan yang kita tempuh bersama hari ini! Pada pelajaran terakhir tingkat ini, kita akan kembali ke masa kini dan melihat bagaimana Hangul hidup di ponsel, komputer, dan dalam sebuah hari libur khusus. Sampai jumpa di sana, temanku.
Rangkuman inti
- Karya awal seperti 용비어천가 dan 석보상절 ditulis dengan huruf baru pada 1440-an.
- Pada masa Joseon, Hangul sering disebut 언문 dan dipakai luas oleh perempuan dan rakyat biasa.
- Pada 1894 sebuah perintah kerajaan menjadikan Hangul dasar dokumen resmi; 독립신문 menyusul pada 1896.
- Ju Si-gyeong membantu menyebarkan nama 한글 pada awal 1910-an.
- Perhimpunan Bahasa Korea menyusun aturan ejaan terpadu (1933) dan melindungi bahasa di bawah penjajahan.
Materi gratis resmi yang bagus dilihat bersama
- Museum Hangeul Nasional — Museum Hangeul Nasional
- Aturan Ejaan Korea & Pelafalan Standar — Institut Nasional Bahasa Korea
Iklan